NasionalBerita

Prabowo Dorong Percepatan Sekolah Rakyat, Minta Kementerian Pinjamkan Aset Nganggur

×

Prabowo Dorong Percepatan Sekolah Rakyat, Minta Kementerian Pinjamkan Aset Nganggur

Sebarkan artikel ini
Prabowo minta kementerian pinjamkan aset bangunan nganggur untuk Sekolah Rakyat sementara, percepat akses pendidikan di Bali.

BarataNews.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan ketersediaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah, dengan memanfaatkan aset bangunan yang kurang dimanfaatkan dari kementerian dan lembaga. Langkah ini untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan dasar yang layak, terutama di daerah dengan fasilitas terbatas.

Pesan itu disampaikan Prabowo saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17, Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). Ia menanggapi laporan Menteri Sosial Saifulah Yusuf alias Gus Ipul yang menyebut hanya ada satu Sekolah Rakyat di Bali, sementara jumlah murid di sekolah tersebut jauh melebihi kapasitas ideal.

“Kalau tidak, nanti pemerintah pusat yang sediakan lahannya, cari tanahnya, kita upayakan. Tapi bagaimana caranya kreativitas saudara diupayakan lah semua yang minta harus diterima ya,” ujar Prabowo, menekankan pentingnya kreativitas pemerintah daerah dalam menyiapkan fasilitas pendidikan.

Pinjamkan Aset Nganggur untuk Sekolah Sementara

Presiden juga meminta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk menghubungi kementerian dan lembaga terkait, guna meminjam aset bangunan yang kurang dimanfaatkan. Bangunan ini dapat dipakai sementara hingga Sekolah Rakyat permanen selesai dibangun.

“Seskab mungkin nanti koordinasi dengan kementerian atau lembaga yang lain, cari fasilitas mereka yang ada mungkin yang kurang dimanfaatkan. Mungkin bisa dipinjam sampai sekolah yang permanen jadi, ya. Diupayakan,” tambahnya.

Target Sekolah Rakyat di Bali

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menanyakan target pembangunan Sekolah Rakyat di Bali. Gus Ipul melaporkan bahwa setiap kabupaten atau kota akan memiliki minimal satu unit Sekolah Rakyat. Inisiatif ini diharapkan dapat segera mengatasi ketimpangan kapasitas dan meningkatkan pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Langkah percepatan ini juga selaras dengan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dasar yang berkualitas di seluruh Indonesia, khususnya bagi anak-anak di daerah terpencil dan padat penduduk. Pemanfaatan aset yang ada menjadi solusi cepat sembari menunggu pembangunan fasilitas permanen rampung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *