NasionalBerita

Prabowo Berduka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI Anumerta dalam Rangkaian Insiden di Lebanon

×

Prabowo Berduka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI Anumerta dalam Rangkaian Insiden di Lebanon

Sebarkan artikel ini
Prabowo sampaikan belasungkawa atas gugurnya Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar, Serka M. Nur Ichwan, dan Kopda Farizal Rhomadhon dalam rangkaian insiden pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan.

BarataNews.id, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon Selatan dalam rangkaian insiden yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua pekan.

Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,” kata Prabowo dalam Instagram personalnya, dikutip Sabtu, 4 April 2026.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” tulisnya.

Prabowo menegaskan komitmen negara terhadap para prajurit yang gugur dan keluarganya.

“Negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit kita, serta memastikan pengorbanan mereka tidak pernah dilupakan,” kata Prabowo.

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” pesan Prabowo.

Kronologi Insiden di Lebanon Selatan

Rangkaian insiden diawali pada 29 Maret, ketika seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas akibat proyektil yang meledak di Lebanon Selatan.

Kemudian pada Jumat, 3 April 2026, misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) mencatat sebuah ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse. Tiga penjaga perdamaian Indonesia terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit, dengan dua di antaranya mengalami luka serius.

Pusat Informasi PBB di Jakarta mengonfirmasi bahwa penjaga perdamaian yang terluka dalam ledakan itu adalah warga negara Indonesia, namun menyatakan “asal-usul ledakan” belum diketahui. Seorang sumber keamanan PBB menyampaikan kepada AFP secara anonim bahwa tembakan dari tank Israel menjadi penyebab ledakan tersebut.

Sehari setelah insiden El Adeisse, dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya kembali tewas ketika ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, juga di Lebanon Selatan. Lebanon Selatan sendiri menjadi medan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah sejak Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *