NasionalBerita

Progres 93 Sekolah Rakyat Capai 70 Persen, Ditargetkan Selesai 20 Juni

×

Progres 93 Sekolah Rakyat Capai 70 Persen, Ditargetkan Selesai 20 Juni

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU mempercepat pekerjaan di seluruh lokasi agar fasilitas pendidikan siap digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026

BarataNews.id, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan progres pembangunan dan renovasi 93 Sekolah Rakyat di berbagai daerah telah mencapai rata-rata hampir 70 persen. Pemerintah menargetkan seluruh proyek tersebut dapat rampung pada 20 Juni 2026 untuk mendukung pelaksanaan tahun ajaran baru yang dimulai Juli mendatang.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan di seluruh lokasi proyek. Untuk mengejar target penyelesaian, pemerintah mendorong peningkatan progres fisik harian antara 1 hingga 3 persen sesuai kondisi masing-masing daerah.

“Sekolah rakyat itu progres rata-rata untuk 93 lokasi sekitar hampir 70%. Jadi per hari itu kita kejar rata-rata 1% sampai 2%, ada yang kita kejar sampai 3% tergantung lokasi,” kata Dody dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan.

Sejumlah Lokasi Mulai Mengejar Ketertinggalan

Menurut Dody, beberapa daerah yang sebelumnya mengalami keterlambatan kini menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Lokasi tersebut antara lain berada di Singkawang, Brebes, Dharmasraya, Cilacap, dan Lombok Utara.

Percepatan dilakukan setelah aktivitas konstruksi kembali berjalan normal pascalibur Idul Adha yang sempat memengaruhi ketersediaan tenaga kerja di sejumlah proyek.

“Untuk lokasi-lokasi yang katakanlah kemarin itu agak-agak tertinggal, misalnya Singkawang, terus Brebes, Dharmasraya, Cilacap, Lombok Utara sepertinya sudah mulai jauh membaik,” ujarnya.

Pemerintah berharap perbaikan progres di daerah-daerah tersebut dapat memperkecil risiko keterlambatan menjelang tenggat penyelesaian.

Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan BUMN Karya dan Danantara untuk memastikan proyek berjalan sesuai jadwal. Pendampingan dilakukan terutama untuk mengatasi hambatan yang berkaitan dengan pendanaan maupun kebutuhan sumber daya.

Menurut Dody, pemerintah berupaya memberikan dukungan apabila kontraktor menghadapi kendala yang berpotensi menghambat pekerjaan.

Langkah tersebut dilakukan agar target penyelesaian proyek tetap dapat dicapai meskipun pembangunan berlangsung secara serentak di puluhan lokasi.

Optimistis Mayoritas Proyek Rampung Tepat Waktu

Meski optimistis, Dody mengakui tidak seluruh proyek memiliki tingkat kesiapan yang sama. Karena itu, pemerintah menargetkan setidaknya lebih dari 80 persen proyek dapat selesai sesuai jadwal.

“Tapi juga saya akui bahwa mungkin dari 93 lokasi, tidak semua lah ya. Boleh saya bilang 80% plus itu mudah-mudahan kita upayakan maksimal bisa selesai. Tapi tetap saya upayakan 93 lokasi itu bisa benar-benar selesai di 20 Juni,” katanya.

Ia menambahkan saat ini tidak ada lagi proyek yang berada pada progres nol persen, sehingga seluruh lokasi telah memasuki tahap pekerjaan fisik.

Kementerian PU mencatat beberapa daerah telah masuk kategori zona hijau karena mencatat progres pembangunan tertinggi dibanding lokasi lainnya.

Wilayah yang masuk kategori tersebut antara lain Sragen, Medan, Semarang, Bengkulu, Makassar, Sinjai, dan Takalar.

“Cuma memang ada beberapa titik yang masuk zona hijau seperti Sragen, Medan, Semarang, Bengkulu, Makassar itu masuk progres fisik yang paling tinggi,” ujar Dody.

Pemerintah berharap percepatan yang dilakukan dalam beberapa pekan ke depan dapat memastikan fasilitas Sekolah Rakyat siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *