NasionalBerita

BMKG: Empat Fenomena Atmosfer Ini Picu Hujan Lebat di Masa Pancaroba April 2026

×

BMKG: Empat Fenomena Atmosfer Ini Picu Hujan Lebat di Masa Pancaroba April 2026

Sebarkan artikel ini
BMKG memantau MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan sirkulasi siklonik sebagai pemicu hujan lebat yang masih mengancam sejumlah wilayah Indonesia pekan ini.

BarataNews.id, Jakarta — Di tengah tanda-tanda awal musim kemarau, BMKG memperingatkan bahwa potensi hujan lebat di Indonesia masih cukup tinggi sepanjang periode 10–16 April 2026, dipicu oleh empat sistem atmosfer yang aktif secara bersamaan.

“Hasil analisis angin zonal menunjukkan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia, yang mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau,” demikian keterangan BMKG dalam dokumen Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 10-16 April.

“Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer lainnya masih berperan dalam mendukung potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia,” tambah BMKG dalam dokumen yang sama.

Empat Pemicu Hujan

BMKG memantau fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi sebagian wilayah Sumatra, perairan selatan Banten, dan perairan utara Papua, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

Selain MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diprakirakan aktif di sebagian wilayah Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua. Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprakirakan aktif melintasi sebagian besar Sumatra, Kalimantan, dan sebagian Papua.

Sirkulasi siklonik turut berpotensi muncul di Samudra Hindia barat daya Banten dan Laut Banda. Pada skala lokal, labilitas atmosfer terpantau cukup kuat di sejumlah daerah, yang semakin mendukung proses konvektif.

“Keberadaan sistem-sistem ini dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah terdampak,” jelas BMKG.

Wilayah Terdampak

Untuk periode 10–12 April, BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Angin kencang diprakirakan melanda Sumatra Barat, Papua Barat, dan Papua.

Memasuki periode 13–16 April, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih bertahan di Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan, dengan angin kencang di Papua Barat Daya.

BMKG mencatat sejumlah wilayah telah lebih dulu memasuki awal musim kemarau, yakni sebagian kecil Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat. Sementara Jakarta diperkirakan baru memasuki musim kemarau pada Mei dasarian pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *