BarataNews.id, Jakarta — Polda Metro Jaya menemukan taksi listrik Green SM yang terlibat dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur belum menjalani servis rutin meski jarak tempuh kendaraan sudah melewati batas perawatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan aturan internal perusahaan mewajibkan kendaraan menjalani maintenance setiap 15.000 kilometer. Namun kendaraan yang mengalami mogok di perlintasan rel diketahui sudah menempuh sekitar 24.000 kilometer.
“Kami juga menyampaikan bahwa terkait informasi dari depot manajer operasional, taksi tersebut harusnya per 15.000 KM itu sudah harus masuk ke depot untuk melaksanakan maintenance ataupun perawatan,” ujar Budi, Jumat, 8 Mei 2026.
Polisi kini mendalami apakah keterlambatan servis berkaitan dengan mogoknya kendaraan di jalur perlintasan langsung atau JPL 85 sebelum tertemper kereta.
“Nah, kami masih mendalami akibat mati mobil listrik ini di perlintasan sebidang kereta api, apakah termasuk dampak dari belum dilakukan maintenance? Nah, ini masih kami lakukan pengkajian,” kata dia.
Sopir taksi berinisial RRP mengaku mobil yang dikemudikannya tiba-tiba mati saat melintasi rel kereta. Ia sempat mencoba menyalakan kembali kendaraan, namun tidak berhasil.
Menurut hasil pemeriksaan polisi, sopir juga mengalami kesulitan membuka pintu kendaraan. Kaca mobil baru bisa diturunkan setelah transmisi dipindahkan ke posisi parkir.
“Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir. Pada saat yang bersangkutan mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil dari taksi online,” ujar Budi.
Kecelakaan bermula ketika KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak taksi yang mogok di perlintasan. Setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menabrak rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 88 lainnya mengalami luka-luka.
Polisi juga memeriksa sejumlah pihak dari manajemen Green SM, termasuk bagian operasional dan maintenance kendaraan. Di sisi lain, Kementerian Perhubungan telah melakukan inspeksi mendadak ke pool Green SM Bekasi.
Green SM menyatakan mendukung proses investigasi yang dilakukan aparat dan pemerintah. Perusahaan menyebut keselamatan dan transparansi menjadi prioritas utama selama proses penyelidikan berlangsung.












