InternasionalBeritaPolitik

Iran Tawarkan Tunda Negosiasi Nuklir Demi Buka Selat Hormuz dan Akhiri Perang

×

Iran Tawarkan Tunda Negosiasi Nuklir Demi Buka Selat Hormuz dan Akhiri Perang

Sebarkan artikel ini
Iran sampaikan proposal lewat Pakistan agar AS buka blokade Selat Hormuz, pasar keuangan Asia langsung bergerak pada Senin pagi.

BarataNews.id, Jakarta — Iran mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Dalam usulan itu, Teheran menawarkan penundaan negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik, demikian laporan Axios pada Senin (27/4/2026).

Proposal disampaikan melalui mediator di Pakistan. Rencana itu menyerukan perpanjangan gencatan senjata agar kedua pihak dapat mengupayakan penghentian pertempuran secara permanen.

Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang memahami masalah tersebut. Pembicaraan nuklir baru akan dilakukan pada tahap selanjutnya, yakni setelah AS mencabut blokade di Selat Hormuz.

Hingga kini belum ada kepastian apakah Gedung Putih akan mempertimbangkan proposal itu. Pasar keuangan Asia langsung bergerak begitu laporan tersebut dirilis pada Senin pagi.

Nilai tukar dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama. Kontrak berjangka indeks S&P 500 menguat. Harga minyak mentah mulai mengikis kenaikannya.

Respons Trump dan Gangguan Pasokan Minyak

Presiden Donald Trump mengakui telah menerima proposal baru dari Iran. Ia mengungkapkan hal itu pada Sabtu (26/4), setelah membatalkan rencana kunjungan para utusannya ke Pakistan.

“Menariknya, segera setelah saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit kami menerima dokumen baru yang jauh lebih baik,” ujar Trump kepada wartawan. “menawarkan banyak hal, tetapi belum cukup,” tambahnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Upaya melanjutkan perundingan damai sempat terhenti akhir pekan lalu atas instruksi Trump. Iran sebelumnya menegaskan tidak akan bernegosiasi selama masih berada di bawah ancaman.

Meskipun gencatan senjata sebagian besar telah bertahan sejak awal April, kedua negara masih mempertahankan blokade di Selat Hormuz. Jalur distribusi energi utama itu praktis tidak dapat dilalui.

Badan Energi Internasional menyebut gangguan terhadap sekitar seperlima aliran minyak dunia ini sebagai guncangan pasokan terbesar dalam sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *