BarataNews.id, Jakarta — Sekretariat Jenderal MPR RI mulai melakukan penelusuran internal setelah polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik.
Perhatian masyarakat muncul usai tayangan lomba memperlihatkan dua kelompok peserta menerima hasil penilaian berbeda untuk jawaban yang dinilai serupa.
Dalam tayangan yang beredar melalui kanal YouTube MPR, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai hingga minus lima setelah jawaban mereka terkait proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK dinyatakan salah.
Pada sesi lain, Grup B dari SMAN 1 Sambas menyampaikan jawaban dengan substansi yang sama. Dewan juri justru menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan nilai 10.
Perbedaan keputusan itu memicu protes peserta dan ramai diperbincangkan di media sosial. Potongan video perlombaan kemudian tersebar luas dan memunculkan pertanyaan mengenai objektivitas penilaian.
MPR Buka Suara
Sekretariat Jenderal MPR RI menyatakan pihaknya menghormati perhatian publik terhadap dinamika yang terjadi dalam final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.
“MPR RI melalui Sekretariat Jenderal MPR RI menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat,” demikian pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui laman Sekretariat Jenderal MPR RI.
MPR menegaskan kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda harus menjunjung nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.
“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal,” tulis keterangan tersebut.
Evaluasi Sistem Penilaian
Sekretariat Jenderal MPR RI menyebut evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba.
Beberapa poin yang menjadi perhatian meliputi mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban peserta, sistem verifikasi jawaban, hingga tata kelola penyampaian keberatan selama perlombaan berlangsung.
MPR menyatakan evaluasi tersebut dilakukan agar kegiatan serupa dapat berlangsung lebih transparan dan akuntabel pada pelaksanaan berikutnya.
Masukan masyarakat juga disebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan publik terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar MPR RI.












