InternasionalBeritaCek FaktaPolitik

Dunia Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon Pasca “Rabu Hitam”, WHO Peringatkan Rumah Sakit di Beirut Terancam

×

Dunia Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon Pasca “Rabu Hitam”, WHO Peringatkan Rumah Sakit di Beirut Terancam

Sebarkan artikel ini
Negara-negara Eropa dan Arab mendesak Israel menghentikan serangan ke Lebanon pasca “Rabu Hitam” yang menewaskan 300 orang, WHO memperingatkan evakuasi mengancam 450 pasien di Beirut.

BarataNews.id, Beirut — Sejumlah negara Eropa dan Arab, termasuk negara-negara Teluk dan Mesir, mendesak Israel segera menghentikan serangan ke Lebanon. Tekanan ini muncul setelah peristiwa “Rabu Hitam” yang menewaskan lebih dari 300 orang di Beirut dan sekitarnya, kata seorang diplomat Barat kepada wartawan di Beirut, dikutip AFP.

Militer Israel pada Kamis (9/4/2026) mengeluarkan peringatan evakuasi untuk pinggiran selatan Beirut. Peringatan itu mencakup area vital, termasuk rumah sakit besar serta akses menuju satu-satunya bandara internasional Lebanon.

“The IDF does not intend to harm you and is acting only against Hezbollah operatives and military targets. Therefore, for your safety, you must evacuate immediately,” tulis juru bicara militer Israel Avichay Adraee di X.

Hingga Jumat (10/4/2026) siang, serangan lanjutan yang dijanjikan Israel belum dilaksanakan. Namun, serangan di Lebanon selatan masih terus berlangsung dan menghantam sejumlah desa.

WHO: Evakuasi Ancam 450 Pasien di Dua Rumah Sakit

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Israel membatalkan peringatan evakuasi di distrik Jnah, Beirut. Sebab, di sana terdapat Rumah Sakit Rafic Hariri dan Al-Zahraa yang merawat sekitar 450 pasien, termasuk 40 orang dalam kondisi kritis.

“I urge Israel to reverse this order and ensure the protection of all health facilities, health workers, patients and civilians,” tulis Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Lebanon, Fayez Rasamni, mengatakan telah menerima jaminan dari diplomat asing bahwa bandara tidak akan menjadi sasaran. Direktur rumah sakit umum terbesar Lebanon, Mohammad Zaatari, juga mengaku mendapat jaminan dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) bahwa fasilitas kesehatan tidak akan ditargetkan.

Uni Eropa: Serangan Israel Tidak Dapat Dibenarkan

Uni Eropa mengecam keras serangan Israel di Lebanon. Juru bicara Komisi Eropa, Anouar El Anouni, mendesak penghentian segera serangan tersebut.

“We demand the immediate cessation of attacks in Lebanon, which have already taken a heavy, heavy toll on civilians and civilian infrastructure. It is clear that all parties must fully comply with international humanitarian law,” kata El Anouni di Brussels, Jumat (10/4/2026).

Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri Kaja Kallas menyatakan bahwa hak Israel untuk membela diri tidak membenarkan kehancuran sebesar itu. “It is difficult to argue that such heavily repressive actions fall within the scope of legitimate self-defense,” ujar Kallas.

Italia, Prancis, dan Spanyol juga mengeluarkan pernyataan kecaman. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyebut serangan udara Israel sebagai “unjustifiable and unacceptable”. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk serangan itu dengan nada paling keras dan menyebutnya sebagai ancaman langsung terhadap keberlanjutan gencatan senjata.

“Rabu Hitam” yang Mengguncang Beirut

Peristiwa “Rabu Hitam” terjadi pada 8 April 2026, hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu yang dimediasi Pakistan. Israel melancarkan operasi udara bertajuk “Eternal Darkness”, menjatuhkan 160 bom ke 100 target di Lebanon hanya dalam waktu 10 menit.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebutnya sebagai “pukulan terkonsentrasi terbesar” yang pernah dialami Hizbullah sejak operasi bom pagar tahun 2024. Serangan itu menargetkan apa yang disebut IDF sebagai “pusat komando” Hizbullah di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 303 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya luka-luka akibat serangan pada Rabu itu. Fasilitas rumah sakit di seluruh negeri dilaporkan lumpuh akibat membludaknya korban.

Netanyahu: Tidak Ada Gencatan Senjata di Lebanon

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup Lebanon. Ia bersikeras akan terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh.

“Tidak ada gencatan senjata di Lebanon. Saya bersikeras bahwa gencatan senjata sementara dengan Iran tidak termasuk Hizbullah,” kata Netanyahu.

Meski demikian, Netanyahu menyatakan kesediaan membuka negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon. Namun, ia memasang syarat: pembicaraan harus fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan tidak akan membahas gencatan senjata dengan kelompok tersebut.

Presiden Lebanon Joseph Aoun menolak syarat itu. Ia menuntut gencatan senjata terlebih dahulu disepakati sebelum negosiasi apa pun dapat dimulai.

Hizbullah Balas Serang Israel Utara

Kelompok Hizbullah tidak tinggal diam. Sebagai balasan atas pemboman Israel, Hizbullah melancarkan serangan rudal ke pangkalan angkatan laut Israel di Ashdod pada Jumat (10/4/2026).

“Sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh musuh serta serangan berulang mereka ke Beirut, para pejuang Perlawanan Islam menargetkan pangkalan angkatan laut di pelabuhan Ashdod dengan rudal,” demikian pernyataan Hizbullah seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, Hizbullah juga mengklaim telah menargetkan infrastruktur militer Israel di kota Haifa pada Kamis (9/4) malam. Pada Jumat malam, lima roket ditembakkan ke arah wilayah Karmiel di Israel utara, yang semuanya berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel.

Serangan roket dan pesawat tanpa awak (UAV) dari Lebanon juga dilaporkan terjadi pada Sabtu (11/4) pagi. Sirene peringatan berbunyi di kota Kiryat Shmona, Nahariya, dan Acre. Militer Israel mengklaim telah menghancurkan sekitar 10 peluncur roket milik Hizbullah yang digunakan untuk menyerang wilayah utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *