Internasional

Ditekan Trump, NATO Setuju Naikkan Anggaran Militer Jadi 5 Persen PDB

×

Ditekan Trump, NATO Setuju Naikkan Anggaran Militer Jadi 5 Persen PDB

Sebarkan artikel ini
(Front from L) Finland's President Alexander Stubb, Netherlands' Prime Minister Dick Schoof, France's President Emmanuel Macron, NATO Secretary General Mark Rutte, US President Donald Trump, Greece's Prime Minister Kyriakos Mitsotakis, Britain's Prime Minister Keir Starmer, Hungary's Prime Minister Viktor Orban stand with NATO country leaders for a family photo during the North Atlantic Treaty Organization (NATO) Heads of State and Government summit in The Hague, on June 25, 2025. NATO leaders hold a two-day summit on June 24 and 25 in The Hague. (Photo by NICOLAS TUCAT / AFP)

Tidak Semua Negara Siap
Namun, kesepakatan ini tidak diterima bulat oleh semua anggota. Beberapa negara, seperti Spanyol, Belgia, dan Slovakia, secara terbuka menyatakan keberatan atas target lima persen PDB tersebut.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan bahwa negaranya tetap berpegang pada batas anggaran 2 persen yang saat ini berlaku. Pada 2024 lalu, Spanyol hanya membelanjakan 1,24 persen dari PDB untuk sektor pertahanan, menjadikannya salah satu dari sembilan negara anggota NATO yang belum mencapai target dua persen.

Trump langsung mengecam sikap Spanyol dan memperingatkan akan mempertimbangkan sanksi ekonomi sebagai langkah balasan.

Kekhawatiran Eropa dan Tantangan Baru
Bagi sejumlah negara Eropa, peningkatan anggaran pertahanan ini muncul di saat tekanan ekonomi domestik sedang tinggi. Di sisi lain, mereka menyadari bahwa ancaman dari Rusia dan ketidakpastian global semakin mendorong kebutuhan kolektif akan kesiapan militer.

Deklarasi akhir KTT juga menegaskan kembali prinsip utama NATO: serangan terhadap satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh aliansi. Hal ini diyakini dapat meningkatkan solidaritas di tengah gejolak global, termasuk konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, serta ketegangan baru di Timur Tengah.

Meski sejumlah negara masih meminta tenggat waktu penyesuaian, keputusan ini telah membuka babak baru dalam strategi pertahanan NATO yang lebih ambisius dan berorientasi pada penguatan kekuatan militer secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *