NasionalBeritaPolitik

Analis Militer Sarankan Strategi Antipenculikan untuk Presiden Prabowo

×

Analis Militer Sarankan Strategi Antipenculikan untuk Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Analis militer Selamat Ginting sarankan simulasi antipenculikan Presiden Prabowo pasca penculikan Maduro oleh Delta Force AS.

BarataNews.id, Jakarta — Analis militer dan pertahanan dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menyarankan perlunya strategi pencegahan penculikan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Saran ini muncul sebagai respons atas peristiwa penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus Delta Force Amerika Serikat.

Selamat menyampaikan pandangannya dalam Podcast SindoNews To The Point Aja, Selasa (21/4/2026). Ia menilai peristiwa penculikan Maduro telah mengubah peta geopolitik dunia dan memicu kekhawatiran di kalangan para pemimpin negara.

“Semua Presiden ketakutan, bukan tidak mungkin berpotensi diculik semuanya. Makanya kita juga harus buat simulasi antipenculikan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Harus, harus, iyakan harus,” tegasnya.

Selamat menjelaskan bahwa konflik global yang terjadi saat ini, termasuk kasus Iran dan Venezuela, tidak lepas dari perebutan sumber daya alam. Ia mencontohkan China sebagai negara dengan wilayah tandus dan bergunung-gunung yang harus mencari sumber daya di luar negeri untuk menghidupi warganya.

Amerika Serikat juga disebut sedang menghadapi krisis energi. Oleh karena itu, negara-negara dengan cadangan minyak melimpah menjadi sasaran empuk intervensi asing.

“Nonsense kalau Iran tidak punya minyak yang bagus akan diserang. Indonesia termasuk negara yang diincar. Negara penjajah hampir semua masuk ke Indonesia. Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugis, Jepang semuanya masuk, kenapa? Karena sumber daya alamnya yang luar biasa,” paparnya.

Selamat juga menyinggung dugaan kebocoran informasi dan penyusupan yang terjadi dalam kasus Iran. Ia mengingatkan bahwa Indonesia dengan kekayaan alamnya berpotensi menghadapi ancaman serupa.

Menurut Selamat, sejarah kolonialisme di Indonesia membuktikan betapa besar minat negara-negara asing terhadap sumber daya alam Nusantara. Kondisi geopolitik yang memanas menuntut kewaspadaan tinggi dari aparat keamanan nasional.

Ia mendorong pemerintah untuk segera menyusun dan melaksanakan simulasi antipenculikan bagi kepala negara. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi skenario terburuk di tengah situasi global yang tidak menentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *